Selasa, 28 Desember 2010

Blogger Kaliwuluh

Anda mencari informasi tentang Blogger Kaliwuluh? Iya Blogger Kaliwuluh merupakan autor blogger keluarga besar bapak Parno, dan selengkapnya tentang Blogger Kaliwuluh bisa anda kunjungi langsung websitenya.

Kali ini Blogger Kaliwuluh akan membahas tentang Beragam budaya dan kesenian masyarakat Toraja, bagi yang belum tahu tentang kebudayaan dan kesenian masyarakat Toraja silahkan di simak, bagi yang sudah tahu abaikan saja celoteh ini.

Beragam budaya dan kesenian masyarakat Toraja yang dikemas dalam parade budaya Toraja dipentaskan pada puncak Lovely Decemberdi Makale, ibu kota Tana Toraja, kemarin. Kegiatan parade budaya yang diikuti masyarakat dari 19 kecamatan di Tana Toraja itu cukup menarik perhatian masyarakat dan wisatawan yang memadati bundaran kolam Makale. Mereka tampak menikmati pagelaran budaya dan kesenian tradisional Toraja itu. Puncak Lovely December diawali dengan pementasan tari ma’papangan yang dipentaskan 220 gadis cantik melalui tarian kolosal.Para penari membawa tas kecil berisi daun siri, buah pinang, kapur siri, dan rokok.Tas kecil yang dibawa penari oleh masyarakat Toraja dikenal dengan istilah sepu. Tari ma’papangan menggambarkan budaya masyarakat Toraja dalam menyambut tamu yang datang.

Kebiasaanma’papangandilaksanakan pada upacara adat rambu solo (upacara kematian) dan rambu tuka (upacara syukuran). Ma’papangan sebagai simbol sebuah penghormatan kepada tamu yang datang dengan keyakinan bahwa tamu adalah berkat sehingga harus dihargai dan dilayani dengan baik.Isi sepu kemudian disodorkan kepada para tamu untuk dinikmati bersama hidangan lainnya yang disiapkan pihak keluarga. Seusai tarian ma’papangan, dilanjutkan dengan pementasan musik bambu yang dibawakan ratusan pelajar se-Tana Toraja. Atraksi para pemain dalam memainkan alat musik bambu itu beberapa kali mendapat tepukan tangan meriah para penonton.Mereka terpukau dengan alunan musik bambu yang sedang dipentaskan.

Sambil memainkan musik bambu, para pemain menggerak-gerakkan anggota tubuhnya sesuai irama musik menandakan mereka sangat santai dan menguasai alat musik yang mereka mainkan. Seusai pementasan kedua kesenian tradisional masyarakat Toraja itu, dilanjutkan dengan parade budaya Toraja dari berbagai kecamatan di Bumi Lakipadada. Parade diawali dengan pementasan tarian manimbong dari Kecamatan Saluputti.Tarian ini dipentaskan kaum laki-laki. Para penari berpakaian adat membawa sebuah benda yang bentuknya menyerupai piring sambil melakukan gerakan-gerakan diiringi nyanyian yang dilantunkan para penari. Biasanya tarian ini dipentaskan pada upacara rambu tuka yang menggambarkan sukacita mensyukuri hasil pertanian, peternakan, dan berhasil membina keluarga yang bahagia.

Kemudian dilanjutkan dengan tarian bondesan yang dipentaskan masyarakat Kecamatan Masanda.Tarian ini sebagai simbol tata cara pengobatan bagi orang sakit yang menderita malaria atau dalam bahasa Toraja dikenal dengan istilah lalrangan. Para penari melakukan gerakan-gerakan diiringi alunan suling. Para penari lelaki disebut to’sumayo, sementara peniup suling disebut to’matuali. “Tidak semua orang bisa memainkan suling yang mengiringi tarian bondesan.Hanya mereka yang punya keahlian khusus karena suling yang digunakan hanya memiliki lima lubat tanpa not.

Tetapi suara yang dihasilkan terdengar merdu,” ujar salah satu warga Masanda, Ponsoran, di sela-sela pementasan tarian bondesan. Budaya Toraja lainnya yang dipentaskan pada puncak Lovely December, yakni tarian patirra.Konon, tarian ini tidak sengaja diciptakan. Awalnya,gerakan-gerakandalam tarian patirra dilakukan para gembala dan penjaga burung pipit di sawah saat melepas lelah di padang rumput.Para penari memperagakan gerakan-gerakan sambil membawa sebilah batang bambu berukuran pendek yang dibuat khusus sehingga menghasilkansuarauntukmengusir burung pipit menjauh dari sawah dan tidak memakan padi yang sementara berbuah.

Di sela-sela pementasan budaya dan kesenian masyarakat Toraja, juga dimeriahkan iring-iringan rombongan masyarakat menggunakan baju putih.Bagi masyarakat Toraja, putih merupakan simbol kebangsawanan dan kesucian masyarakat Toraja. Puncak Lovely December pada tahun ini juga dimeriahkan dengan pameran foto bertemakan pariwisata Toraja serta pameran masakan khas tradisional Toraja yang berlokasi di halaman Kantor PPK Kota Makale. Masakan khas Toraja yang dipamerkan, di antaranya jus tamarillo atau disebut jus terong belanda. Jus ini diyakini bisa memberikan kebugaran dan stamina pada tubuh jika dikonsumsi teratur.

Masakan kuliner yang juga dipamerkan, di antaranya kolak ubi, sayur daun ubi tumbuk serta pangandu atau susu kerbau. Semua masakan itu merupakan masakan khas masyarakat Toraja yang sangat digemari para wisatawan. “Toraja memiliki budaya dan kesenian yang sangat unik, ini aset dan modal yang luar biasa tentunya, demikian catatan online Blogger Kaliwuluh tentang Beragam budaya dan kesenian masyarakat Toraja.

0 komentar: